Sun. Apr 21st, 2024
Kisah Pahlawan Wanita Dari Tanah Maluku

Kisah Pahlawan Wanita Dari Tanah Maluku

Kisah Pahlawan Wanita Dari Tanah Maluku – Perang yang mana selalu identik dengan terjadi nya kerusuhan. Nyawa yang banyak berjatuhan dan juga kesedihan. Perang juga merupakan bagian dari perjuangan untuk meraih kemerdekaan. Yang mana semua pengorbanan itu menjadi sesuatu yang harus dilakukan. Walaupun nyawa yang akan menjadi taruhan nya.

Para pahlawan nasional indonesia yang dahulu tidak lah ragu untuk terus berjuang dan juga berkorban demi mendapatkan kemerdekaan. Seperti salah satu nya yaitu pahlawan wanita Indonesia. Yang mana sudah sangat berani untuk ikut berjuang dan juga turut berperang untuk merebut kemerdekaan. Pahlawan wanita tersebut ialah Martha Christina Tiahahu.

Yang merupakan seorang remaja perempuan yang sangat berani dan berasal dari Maluku Tengah. Martha ini sudah dari masih berusia remaja ikut untuk berjuang memerangi para penjajah dari Belanda. Dan yang mana cerita akan perjuangan pahlawan wanita ini dimulai saat ia yang masih berusia sekitar 17 tahun. Martha dengan berani dan penuh percaya diri turun ikut berperang melawan para penjajah di dalam medan petempuran.

Martha lahir pada tanggal 4 Januari tahun 1800 di Kampung Abubu Provinsi Maluku Tengah. Merupakan anak perempuan tertua dari seorang kapitan yang bernama kan Paulus Tiahahu. Ayah nya ini merupakan seorang pemimpin untuk pasukan rakyat di kawasan Maluku.

Walaupun di usia nya yang masih sangat muda, Martha dikenal sangat baik oleh para pejuang rakyatnya. Dan para tentara musuh pun mengetahui bahwa Martha merupakan wanita mudah yang sangatlah berani. Dan juga sangat memperjuangkan cita cita nya. Sehingga wanita ini mendapatkan panggilan yaitu Srikandi dari Wilayah Maluku.

Martha berjuang dengan ayang nya. Yang mana memegang senjata untuk mengusir para pasukan dari Belanda yang saat itu berada di Nusa Laut atau Saparua. Disaat yang sama pun, Pattimura saat itu sedang berjuang memerangi pasukan Belanda yang sedang di wilayah Saparua.

Peran Dari Pahlawan Wanita Martha Christina Tiahahu

Martha memiliki peran untuk mengusir para tentara penjajah yang mana saat perang terjadi di wilayah Saparua, Desa Ouw, Maluku Tengah untuk tepatnya. Di tengah kebrutalan yang terjadi pada saat peperangan terjadi, sosok wanita ini memberikan semangat juang untuk semua tentara Nusa Laut untuk melawan para penjajah. Teriakan semangat nya pun juga berhasil menaikkan semangat para wanita yang saat itu juga banyak menemani di wilayah perang. Dan pada saat ini lah Belanda melawan secara langsung para perempuan militan yang turun ikut berperang.

Disaat pertarungan itu, pemimpin pasukan Belanda bernama Richemont pun berhasil dibunuh oleh tentara Martha Christina. Para tentara Nusa Laut pun berhasil dalam mengepung pasukan Belanda. Dan teriakan para tentara ini memecahkan udara yang mana membuat dan memberi rasa takut untuk para pasukan Belanda.

Pemimpin Belanda yang berhasil ditaklukkan pun akhir nya membuat para pasukan penjajah menjadi lebih keras memberikan serangan balik untuk rakyat Maluku. Di tanggal 12 Januari 1817 dibawah perintah komandan Belanda yang baru. Yaitu Vermeulen Kringer pun memerintahkan serangan umum untuk tentara Indonesia.

Peperangan yang semakin sengit pun tidak lagi bisa dihindari. Banyak korban yang mulai berguguran baik itu dari kedua kubu. Sampai akhir nya pada satu titik tentara indonesia ini mulai membalas serangan dari Belanda menggunakan lemparan batu. Dari sinilah tentara Belanda sadar akan kesediaan amunisi tentara rakyat yang sudah habis.

Komandan Belanda memberi perintah untuk memberikan serangan dengan bayonet terhunuh. Para tentara akhir nya mundur dan berlindung di dalam hutan. Seluruh wilayah Ulath dan Ouw pun dibakar dan juga dijarah.

Martha beserta ayah nya dan para pejuang lain ditangkap dibawa masuk ke kapal Belanda yaitu Eversten. Di dalam mereka juga berjumpa dengan sosok Pattimura beserta dengan tawanan yang lain. Semua diselidiki dan diberikan vonis. Untuk Martha karena masih tergolong anak anak akhir nya dilepaskan. Akan tetapi untuk ayah nya diberikan vonis hukuman mati.

Akhir Hayat Martha Christina Tiahahu

Setelah ada nya vonis hukuman mati untuk ayah nya. Martha berusaha untuk membujuk para penjabat Belanda supaya dirinya yang menggantikan ayah nya untuk menjalani hukuman tersebut. Martha sendiri juga mendapatkan hukuman untuk dibuang ke Jawa.

Hukuman mati untuk ayah nya dilaksanakan pada tanggal 17 November 1817. Saat hukuman mati itu akan dilaksanakan, Martha pun dibawa masuk ke dalam supaya tidak melihat kematian ayah nya yang mana akan dieksekusi di sebuah tanah lapang. Tubuh ayah nya itu akhir nya dirobohkan dengan menggunakan peluru peluru algojo serdadu yang di dapatkan dari daerah Maluku lain nya. Dan sesudah nya, tubuh ayah nya pun ditusuk tusuk kelewang.

Martha sempat tidak ditahan dan tetap dibiarkan untuk bergerak di ruang yang luas. Akan tetapi tingkah laku nya itu dianggap gila oleh para aparat Belanda. Sehingga akhir nya pun ia ditangkap. Bersama dengan lain nya, Martha pun dinaikkan ke kapal Eversten, dan ditempatkan di dalam ruangan kosong.

Rasa sedih kehilangan sosok ayah nya pun masih dirasakan. Saat ia jatuh sakit ia tak mau menerima obat apapun. Dan di malam tahun baru 1818 tubuh nya pun semakin lemah. Lalu pada dini hari di tanggal 2 Januari tahun 1818 di perairan antara Pulau Buru dan Manippa, Martha Christina Tiahahu pun menghembuskan nafas terakhir nya.

Seperti dengan kebiasaan dari pelayaran pada zaman tersebut, orang orang yang meninggal akan langsung dibuang ke laut. Dan jasad wanita pembela rakyat Maluku ini pun bersemayam di sekitar Laut Banda.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *